Tampilkan postingan dengan label MUJAHADAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUJAHADAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2013

Fafirru ilallah (Kembalilah kepada Allah)

Fafirru ilallah (Kembalilah kepada Allah)

بسم الله الرحمن الرحيم

Menyoroti sejarah umat Muhammad s.a.w, bangkitnya mereka begitu gagah. Digeruni seisi dunia dengan gelaran ustaziyatul alam pada era tamadun Abbasiyah. Benarlah, kehebatan umat Islam saat itu tidak dapat dipersoalkan.

Namun akhirnya, dari satu tamadun yang sangat hebat itu, Umat Islam akhirnya jatuh, jatuh dan jatuh…kejatuhan itu sehingga kini. Kita adalah umat yang hidup di era kejatuhannya, namun kita tidak pernah sedar semua itu. Kita leka bermain dengan permainan-permainan yang disajikan dunia, sehingga tidak sedar beribu wajah sedang ketawa gembira melihat umat Muhammad s.a.w yang terus menerus dalam kealpaan.

Mengapa ini berlaku? Apa ubatnya? Dimana perlu dicari penawarnya?

Selasa, 19 Maret 2013

LEMBARAN SHOLAWAT WAHIDIYAH

SHOLAWAT WAHIDIYAH BERFAEDAH MENJERNIHKAN HATI DAN
MA'RIFAT BILLAH wa ROSUULIHI SAW.
  1. Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap kehadirat ALLOH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA,dan merasa seperti benar-benar di hadapan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad Rosululloh SAW, denga adab ta'dim ( memulyakan ) dan mahabbah ( mencintai ) semurni-murninya.
  2. Niat semata-mata mengabdikan diri beribadah kepada Alloh dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga. LILLAH ! Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW.LIRROSUL!
  3. Mari kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Alloh. BILLAH ! Dan karena syafa'at atau jasa dari Rosululloh SAW. BIRROSUL !
  4. Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita ini penuh dosa dan banyak berbuat dholim. Baik terhadap Alloh SWT wa Rosulihi SAW, terhadap orang tua dan keluarga, dan terhadap umat dan masyarakat serta terhadap makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfiroh ( ampunan ) dan taufiq hidayah Alloh SWT, Syafa'at tarbiyah dan bimbingan Rosululloh SAW, serta barokah-karomah-nadhroh-do'a restu Ghoutsu Haadzaz-Zaman wa a'waanihi wa saairi Auliyaa-Ahbaabillahi rodiyalloohu Ta'alaa'anhum.
  5. Seluruh pengamalan dihaturkan sebagai hadiah penghormatan kepada Junjungan kita Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW, kepada Ghoutsu Haadhaz-Zaman dstnya, dan lain-lain jika dikehendaki. ( cukup dalam batin saja ) .

sejarah wahidiyah

muallif sholawat wahidiyah

muallif sholawat wahidiyah

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA SHOLAWAT WAHIDIYAH

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA
SHOLAWAT WAHIDIYAH

Pada kira – kira awal bulan Juli 1959 Hadrotul Mukarrom Romo KH. Abdoel Madjid Ma’roef Qs. Wa Ra. Pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo – Desa Bandar Lor Kodya Kediri, menerima suatu alamat ghaib dalam keadaan terjaga dan sadar bukan dalam mimpi, maksud dan isi alamat ghaib tersebut ialah “ SUPAYA MENGANGKAT MASYARAKAT “ yang di maksud adalah ikut serta memperbaiki / membangun mental masyarakat khusus lewat “ Jalan Batiniyah “. Mental masyarakat, terutama mental kesadaran kepada Alloh wa Rosuulihi SAW.

Kamis, 14 Maret 2013

Pengertian Mujahadah

Pengertian Mujahadah

1.     Pengertian secara umum
Ta’rif (definisi) mujahadah menurut arti bahasa, syar’i, dan istilah ahli hakikat sebagaimana dimuat dalam kitab Jami’ul Ushul Fil-Auliya(1), hal 221 :
أَمَّاالْمُجَاهَدَةُ فَهيَ فِي اللُّغَةِ الْمُحَارَبَةُ وَفِي الشَّرْعِ مُحَارَبَةُ  أَعْدَآءِ اللهِ , وَفِي اصْطـِلاَحِ أَهْلِ الْحَـقِـيْقَة ِ مُحَــارَبَةُ النَّفـْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَتَحْمِيْلُهَا مَا شَقَّ عَلَيْـهَا ِممَّا هُوَ مَطْلـُوْبٌ شَرْعًا . وَقَالَ بَعْضُـهُمْ : الْمُـجَاهَدَةُ مُخَالَـفَةُ النَّفْسِ , وَقَالَ بَعْضُهُمْ : المـُجَاهَدَةُ مَنْعُ النَّفْس ِ عَنِ الْمَـأْلُوْ فَاتِ
“Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ adalah perang melawan musuh-musuh Alloh, dan menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi nafsu amarah bis-suu’ (2) dan memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama). Sebagian Ulama mengatakan : "Mujahadah  adalah tidak menuruti kehendak nafsu”, dan ada lagi yang mengatakan: “Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya”.
Di dalam Wahidiyah yang dimaksud “Mujahadah” adalah ber-sungguh-sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu (nafsu ammarah bis-suu’) untuk diarahkan kepada kesadaran “FAFIRRUU ILALLOOH WAROSUULIHI”, ”